Hukum dan Kriminal
BREAKING
Niat Rayakan Pergantian Tahun, Pemuda Gowa Kehilangan Nyawa Usai Dikeroyok di Makassar
Oleh Admin Teropong Gowa
•
02 Jan 2026
•
2 min read
32 views
Pemuda asal Gowa tewas dikeroyok di Makassar saat hendak merayakan tahun baru.
Lokasi Pengeroyokan Pemuda Asal Kabupaten Gowa di Makassar. (Foto: Istimewa)
Seorang remaja berinisial F (19), warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan dan penikaman oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Kerung-Kerung, Kota Makassar, pada Rabu (31/12/2025) malam.
Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 23.52 Wita, bertepatan dengan momen pergantian tahun 2025, ketika warga memadati jalan untuk menyaksikan pesta kembang api.
Korban ditemukan dalam keadaan mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh serta luka tusuk di area pinggang yang berakibat fatal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban datang bersama keluarganya untuk menemui sang kekasih guna merayakan malam tahun baru. Namun situasi mendadak memanas setelah terjadi aksi saling serang antarkelompok yang berujung tawuran.
Saat kejadian, F diketahui sedang duduk di lapak jualan pacarnya. Sejumlah petasan kemudian diarahkan ke lokasi tersebut. Merasa keberatan, korban menegur pelaku, hingga peristiwa pengeroyokan pun terjadi.
Teguran yang disampaikan korban diduga memicu emosi para terduga pelaku hingga berujung pada aksi pengeroyokan dan penikaman, yang menyebabkan korban terkapar bersimbah darah.
Sepupu korban, Rifki Andiki, mengungkapkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh petasan yang diarahkan ke lapak jualan kekasih korban.
“Saya mendengar petasan ditembakkan dua kali, lalu saya keluar dan menegur agar dihentikan. Namun mereka justru melarikan diri dan tidak terima, hingga akhirnya terjadi saling serang petasan,” ujar Rifki kepada awak media di lokasi kejadian, Kamis (1/1/2026) dini hari.
Ia menambahkan, korban dikeroyok oleh sekitar tujuh orang, dengan salah satu pelaku diduga membawa senjata tajam.
“Sekitar tujuh orang yang mengeroyok, dan ada yang menggunakan sajam. Korban adalah sepupu saya. Kami datang dari Gowa untuk menemui pacar korban dan merayakan malam pergantian tahun,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Kasi Humas Polrestabes Makassar juga telah dilakukan, namun belum mendapat tanggapan.
Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 23.52 Wita, bertepatan dengan momen pergantian tahun 2025, ketika warga memadati jalan untuk menyaksikan pesta kembang api.
Korban ditemukan dalam keadaan mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh serta luka tusuk di area pinggang yang berakibat fatal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban datang bersama keluarganya untuk menemui sang kekasih guna merayakan malam tahun baru. Namun situasi mendadak memanas setelah terjadi aksi saling serang antarkelompok yang berujung tawuran.
Saat kejadian, F diketahui sedang duduk di lapak jualan pacarnya. Sejumlah petasan kemudian diarahkan ke lokasi tersebut. Merasa keberatan, korban menegur pelaku, hingga peristiwa pengeroyokan pun terjadi.
Teguran yang disampaikan korban diduga memicu emosi para terduga pelaku hingga berujung pada aksi pengeroyokan dan penikaman, yang menyebabkan korban terkapar bersimbah darah.
Sepupu korban, Rifki Andiki, mengungkapkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh petasan yang diarahkan ke lapak jualan kekasih korban.
“Saya mendengar petasan ditembakkan dua kali, lalu saya keluar dan menegur agar dihentikan. Namun mereka justru melarikan diri dan tidak terima, hingga akhirnya terjadi saling serang petasan,” ujar Rifki kepada awak media di lokasi kejadian, Kamis (1/1/2026) dini hari.
Ia menambahkan, korban dikeroyok oleh sekitar tujuh orang, dengan salah satu pelaku diduga membawa senjata tajam.
“Sekitar tujuh orang yang mengeroyok, dan ada yang menggunakan sajam. Korban adalah sepupu saya. Kami datang dari Gowa untuk menemui pacar korban dan merayakan malam pergantian tahun,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Kasi Humas Polrestabes Makassar juga telah dilakukan, namun belum mendapat tanggapan.