Hukum dan Kriminal
BREAKING
Mantan Suami Diduga Aniaya Istri dan Anak Balita, Kasus Kini di Polisikan
Oleh Admin Teropong Gowa
•
16 Jan 2026
•
2 min read
15 views
Mantan Suami Diduga Aniaya Istri dan Anak Balita
foto : heraldsulsel kuasa hukum saat memberikan keterangan terkait kasus tersebut.
TAKALAR – Jagat maya dihebohkan dengan rekaman video aksi kekerasan yang melibatkan seorang pria terhadap mantan istri dan anak kandungnya di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Insiden memilukan ini terjadi di Perumahan Istana Permai, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, pada Selasa (13/1/2026).
Dalam potongan video yang viral tersebut, terlihat korban berinisial ZFS (30) tengah menggendong buah hatinya yang masih berusia sekitar dua tahun. Situasi memanas saat terjadi cekcok mulut antara ZFS dan mantan suaminya. Meski sempat dilerai oleh seorang wanita lain di lokasi, pelaku tetap tersulut emosi.
Menurut keterangan kuasa hukum korban, Amanda Keisha, tindakan pelaku tergolong sangat kasar. Pelaku diduga menarik paksa sang anak, mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara, dan tampak seperti hendak membanting bocah malang tersebut ke arah ibunya.
"Tapi video itu tidak full, maka daripada video tersebut, kami tim kuasa hukum mendampingi keluarga korban untuk mendampingi, dan ini sudah ada LP-nya di polres Takalar," ujar Amanda saat memberikan keterangan, Kamis (15/1/2026).
Amanda juga menegaskan bahwa status keduanya sudah resmi bercerai secara hukum. Selain kekerasan terhadap anak, pelaku juga diduga kuat melakukan penganiayaan fisik secara langsung kepada ZFS.
Korban ZFS menceritakan bahwa konflik bermula dari urusan kebutuhan susu sang anak. Awalnya, ZFS membawa anaknya ke Bulukunyi karena persediaan susu habis, namun ia kemudian mengantarkan kembali sang anak kepada ayahnya dengan baik-baik.
Namun, setibanya di Perumahan Istana Permai, ZFS justru dihadang oleh pelaku. Tanpa dialog panjang, pelaku menyerang korban secara membabi buta.
Ia mengaku mengalami pukulan dibagian wajah, dan kepala dan akibatnya terdapat luka sobek pada bibir bagian bawah hingga mengeluarkan darah
"karna tidak terima saya diperlakukan tindak kekerasan, kejadian pemukulan ini saya laporkan ke polisi untuk diproses pihak berwajib," ungkap ZFS.
Menanggapi kasus yang tengah viral ini, Plt Kasi Humas Polres Takalar, AKP Muhammad Rizal, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Takalar tengah melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi, dan polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk memproses hukum tindakan kekerasan dalam lingkup keluarga ini.
"Sampai saat ini pelaku belum kami amankan karena masih tahap penyelidikan ," jelas AKP Muhammad Rizal.
editor : Ananda
Dalam potongan video yang viral tersebut, terlihat korban berinisial ZFS (30) tengah menggendong buah hatinya yang masih berusia sekitar dua tahun. Situasi memanas saat terjadi cekcok mulut antara ZFS dan mantan suaminya. Meski sempat dilerai oleh seorang wanita lain di lokasi, pelaku tetap tersulut emosi.
Menurut keterangan kuasa hukum korban, Amanda Keisha, tindakan pelaku tergolong sangat kasar. Pelaku diduga menarik paksa sang anak, mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara, dan tampak seperti hendak membanting bocah malang tersebut ke arah ibunya.
"Tapi video itu tidak full, maka daripada video tersebut, kami tim kuasa hukum mendampingi keluarga korban untuk mendampingi, dan ini sudah ada LP-nya di polres Takalar," ujar Amanda saat memberikan keterangan, Kamis (15/1/2026).
Amanda juga menegaskan bahwa status keduanya sudah resmi bercerai secara hukum. Selain kekerasan terhadap anak, pelaku juga diduga kuat melakukan penganiayaan fisik secara langsung kepada ZFS.
Korban ZFS menceritakan bahwa konflik bermula dari urusan kebutuhan susu sang anak. Awalnya, ZFS membawa anaknya ke Bulukunyi karena persediaan susu habis, namun ia kemudian mengantarkan kembali sang anak kepada ayahnya dengan baik-baik.
Namun, setibanya di Perumahan Istana Permai, ZFS justru dihadang oleh pelaku. Tanpa dialog panjang, pelaku menyerang korban secara membabi buta.
Ia mengaku mengalami pukulan dibagian wajah, dan kepala dan akibatnya terdapat luka sobek pada bibir bagian bawah hingga mengeluarkan darah
"karna tidak terima saya diperlakukan tindak kekerasan, kejadian pemukulan ini saya laporkan ke polisi untuk diproses pihak berwajib," ungkap ZFS.
Menanggapi kasus yang tengah viral ini, Plt Kasi Humas Polres Takalar, AKP Muhammad Rizal, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Takalar tengah melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi, dan polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk memproses hukum tindakan kekerasan dalam lingkup keluarga ini.
"Sampai saat ini pelaku belum kami amankan karena masih tahap penyelidikan ," jelas AKP Muhammad Rizal.
editor : Ananda