Lingkungan
BREAKING
Aliansi Bidang HI Se-Cipayung Plus tekankan perbaikan tata kelola Kemlu RI, demi Kembalinya Sang Macan Asia.
Oleh Admin Teropong Gowa
•
08 Jan 2026
•
4 min read
34 views
Aliansi HI Cipayung Plus dorong reformasi Kemlu RI.
Sumber foto : PB HMI
Jakarta, senin 5 Januari 2026, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Bidang Hubungan Internasional bersama Aliansi Bidang Hubungan Internasional se-Jajaran Organisasi Cipayung Plus. Dalam kegiatan International Policy Critisism, yang bertemakan "Menakar Kinerja Menteri Luar Negeri RI dan Resolusi Kebijakan Luar Negeri Presiden Prabowo 2026, dalam kesempatan Momen bersejarah ini, tercatat menghadirkan para narasumber aktovis Diplomat Cipayung Plus, dimana pesertanya juga berasal dari kader organisasi Cipayung Plus, Mahasiswa Hubungan Internasional se-Jabodetabek, media pers, dan beberapa aktivis pemerhati diskursus internasional, apalagi Indonesia masuk pada BRICS saat ini.
Bertempat di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, Guntur Jakarta Pusat, diawali Penyampaian dari Muhammad Arsyi Jailolo selaku Ketua Bidang Hubungan Internasional PB HMI, mewakili ketua umum PB HMI Kanda Bagas Kurniawan, ia menyampaikan bahwa agenda ini diawali sebagai konsolidasi spirit Cipayung Plus lintas bidang hubungan internasional dan luar negeri, menakar kinerja Menlu RI Bapak Sugiono selama kurang lebih setahun adalah tugas kita, ini adalah bagian dari mensupport eksistensi Kemenlu dan Tugas Presiden Prabowo Subianto dalam memgembalikan Bangsa Indonesia Sebagai Macan Asia, kritik dan saran adalah bagian dari Konstruktif gagasan, kemana harusnya arah Kemenlu RI sebagai wadah diaspora Bangsa Indonesia, terlebih semangat Diaspora yang mengarahkan semangat arti kemerdekaan. Tegas Arsyi
Catatan diskusi Ferdinandus Wali Ate selaku Presidium Hubungan Luar Negeri Ketua PP PMKRI Menyampaikan bahwa meminta menteri Sugiono untuk lebih terbuka menerima saran dan gagasan dari kelompok anak muda khususnya mahasiswa, kelompok Cipayung sendiri memiliki tanggung jawab besar untuk bangsa ini, selain itu Ferdinandus menyinggung agar pemerintah fokus menangani TPPO di setiap perbatasan, khususnya yang terjadi di kamboja saat ini, meminta Kemenlu, Divhubinter dan BP2MI untuk terus menjaga WNI.
Dari DPP GMNI diwakili Kabid Pertanian dan Perikanan Ferdinando Saferi, menjelaskan perihal sejarah Sejarah geopolitik Indonesia sejak awal kemerdekaan perjalanan diplomasi bangsa Indonesia, salah satunya upaya pengaruh Amerika serikat dengan mengambil freport, di tahun 1967. Dimana dia menyampaikan perihal gerakan Nasionalisasi dan Donktrin Semangat Bung Karno dan Pancasila, permasalahan Invasi AS ie Venezuela, maka Indonesia harus mempertegas sikapnya sebagai calon Presiden dewan HAM PBB, dan pastinya tegas mengecam sikap Invasi dengan kepentingan Aset Energi Negara yang berdaulat.
Lingga Darmananda Siana selaku Departemen Hubungan Luar Negeri PP KMHDI, menyampaikan kritik dan saran, tentang Kurangnya ruang untuk diplomat muda dan profesional di menlu, yang berasal dari pemanfaatan kapasitas aktivis organisasi yang fokus pada isu Internasional dan pengembangan skill diplomat, dan yang faham soal identitas bangsa Indonesia. Ia juga mendorong diplomasi kebudayaan melalui simbol simbol peninggalan sejarah, seperti candi Prambanan, yang memiliki akar historis nusantara.
M Baihaqi selaku Kabid Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, menyampaikan, Menlu Sugiono harus informatif, terbuka dalam menerima saran gagasan, serta pentingnya turun langsung melihat kondisi para duta besar dan diplomat-diplomat, selanjutnya ia menyinggung soal Presiden harus konsisten tentang bantuan kemanusiaan dari luar negeri untuk bencana Sumatra, selanjutnya perlibatan soft diplomasi yg sudah di buat harus melibatkan golongan muda.
Fadhlil Maldi selaku Kabid Hubungan Luar Negeri DPP IMM, menyampaikan Wamenlu Anies Matta telah melalukan upaya menghadapi tatanan dunia kita sedang di uji, dan bangsa Indonesia harus tetap pada alur perkembangan Bangsanya, Mahdi juga menyampaikan keyakinan, jika kedepan Kemenlu sangat membutuhkan masukan dan pemberdayaan kawan kawan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus.
Firmanio Belida selaku Waketum Bidang Hubungan Internasional EN LMND, menyampaikan jika Asta cita Prwsiden Prabowo ingin menjadi garda terdepan, maka salah satunya menlu harus berperan aktif untuk menyampaikan ke negara-negara lain, tentang Sikap Bangsa Indonesia, khususnya Menlu harus terbuka dan demokratis menerima saran dan kritik, selanjutnya, Mengambil alih dewan ham PBB agar Indonesia punya margening yang kuat ketika bicara tentang hak asasi manusia di tataran dunia, ini bagian penting dalam wujudkan UUD 1945 dan khususnya, sikap pendirian bebas aktif Bangsa Indonesia, tidak ada pada intervensi bangsa lain dan kita tidak masuk pada gerakan blok negara manapun.
Frandy A.L Fanggi Kabid Hubungan Internasional PP GMKI, menyampaikan pentingnya kritik dan saran kepada Menlu RI sangatlah penting karena, akan mengacu pada sikap kebijakan luar negeri Presiden Prabowo, apalagi semua akan kembali pada harusnya perlibatan gagasan dari kawan kawan mahasiswa.
Setelah itu ditutup dengan pernyataan sikap Aliansi yaitu menegaskan agar Menteri Luar Negeri Bapak Sugiono fokus kepemimpinan dan manajemen Internal Kemlu, memperbaiki komunikasi publik politik luar negeri, keterbukaan dan kolaborasi dengan akar rumput organisasi pemuda dan mahasiswa dalam gagasan untuk kemajuan soft diplomacy bangsa Indonesia.
Kami sangat apresiasi gerak bapak Presiden Prabowo, yang sangat perhatian pada situasional Internasional, dan rajin melaksanakan proses diplomasi, namun di sisi lain, segala unsur Bangsa termasuk pemuda harus berperan demi kembalinya Sang Macan Asia.
Selain itu disampaikan pula, hasil kegiatan ini akan berlanjut dalam pelaksanaan Asian Youth International Activist Summit dilaksanakan pada 2026 tahun ini di Jakarta.
Bertempat di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, Guntur Jakarta Pusat, diawali Penyampaian dari Muhammad Arsyi Jailolo selaku Ketua Bidang Hubungan Internasional PB HMI, mewakili ketua umum PB HMI Kanda Bagas Kurniawan, ia menyampaikan bahwa agenda ini diawali sebagai konsolidasi spirit Cipayung Plus lintas bidang hubungan internasional dan luar negeri, menakar kinerja Menlu RI Bapak Sugiono selama kurang lebih setahun adalah tugas kita, ini adalah bagian dari mensupport eksistensi Kemenlu dan Tugas Presiden Prabowo Subianto dalam memgembalikan Bangsa Indonesia Sebagai Macan Asia, kritik dan saran adalah bagian dari Konstruktif gagasan, kemana harusnya arah Kemenlu RI sebagai wadah diaspora Bangsa Indonesia, terlebih semangat Diaspora yang mengarahkan semangat arti kemerdekaan. Tegas Arsyi
Catatan diskusi Ferdinandus Wali Ate selaku Presidium Hubungan Luar Negeri Ketua PP PMKRI Menyampaikan bahwa meminta menteri Sugiono untuk lebih terbuka menerima saran dan gagasan dari kelompok anak muda khususnya mahasiswa, kelompok Cipayung sendiri memiliki tanggung jawab besar untuk bangsa ini, selain itu Ferdinandus menyinggung agar pemerintah fokus menangani TPPO di setiap perbatasan, khususnya yang terjadi di kamboja saat ini, meminta Kemenlu, Divhubinter dan BP2MI untuk terus menjaga WNI.
Dari DPP GMNI diwakili Kabid Pertanian dan Perikanan Ferdinando Saferi, menjelaskan perihal sejarah Sejarah geopolitik Indonesia sejak awal kemerdekaan perjalanan diplomasi bangsa Indonesia, salah satunya upaya pengaruh Amerika serikat dengan mengambil freport, di tahun 1967. Dimana dia menyampaikan perihal gerakan Nasionalisasi dan Donktrin Semangat Bung Karno dan Pancasila, permasalahan Invasi AS ie Venezuela, maka Indonesia harus mempertegas sikapnya sebagai calon Presiden dewan HAM PBB, dan pastinya tegas mengecam sikap Invasi dengan kepentingan Aset Energi Negara yang berdaulat.
Lingga Darmananda Siana selaku Departemen Hubungan Luar Negeri PP KMHDI, menyampaikan kritik dan saran, tentang Kurangnya ruang untuk diplomat muda dan profesional di menlu, yang berasal dari pemanfaatan kapasitas aktivis organisasi yang fokus pada isu Internasional dan pengembangan skill diplomat, dan yang faham soal identitas bangsa Indonesia. Ia juga mendorong diplomasi kebudayaan melalui simbol simbol peninggalan sejarah, seperti candi Prambanan, yang memiliki akar historis nusantara.
M Baihaqi selaku Kabid Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, menyampaikan, Menlu Sugiono harus informatif, terbuka dalam menerima saran gagasan, serta pentingnya turun langsung melihat kondisi para duta besar dan diplomat-diplomat, selanjutnya ia menyinggung soal Presiden harus konsisten tentang bantuan kemanusiaan dari luar negeri untuk bencana Sumatra, selanjutnya perlibatan soft diplomasi yg sudah di buat harus melibatkan golongan muda.
Fadhlil Maldi selaku Kabid Hubungan Luar Negeri DPP IMM, menyampaikan Wamenlu Anies Matta telah melalukan upaya menghadapi tatanan dunia kita sedang di uji, dan bangsa Indonesia harus tetap pada alur perkembangan Bangsanya, Mahdi juga menyampaikan keyakinan, jika kedepan Kemenlu sangat membutuhkan masukan dan pemberdayaan kawan kawan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus.
Firmanio Belida selaku Waketum Bidang Hubungan Internasional EN LMND, menyampaikan jika Asta cita Prwsiden Prabowo ingin menjadi garda terdepan, maka salah satunya menlu harus berperan aktif untuk menyampaikan ke negara-negara lain, tentang Sikap Bangsa Indonesia, khususnya Menlu harus terbuka dan demokratis menerima saran dan kritik, selanjutnya, Mengambil alih dewan ham PBB agar Indonesia punya margening yang kuat ketika bicara tentang hak asasi manusia di tataran dunia, ini bagian penting dalam wujudkan UUD 1945 dan khususnya, sikap pendirian bebas aktif Bangsa Indonesia, tidak ada pada intervensi bangsa lain dan kita tidak masuk pada gerakan blok negara manapun.
Frandy A.L Fanggi Kabid Hubungan Internasional PP GMKI, menyampaikan pentingnya kritik dan saran kepada Menlu RI sangatlah penting karena, akan mengacu pada sikap kebijakan luar negeri Presiden Prabowo, apalagi semua akan kembali pada harusnya perlibatan gagasan dari kawan kawan mahasiswa.
Setelah itu ditutup dengan pernyataan sikap Aliansi yaitu menegaskan agar Menteri Luar Negeri Bapak Sugiono fokus kepemimpinan dan manajemen Internal Kemlu, memperbaiki komunikasi publik politik luar negeri, keterbukaan dan kolaborasi dengan akar rumput organisasi pemuda dan mahasiswa dalam gagasan untuk kemajuan soft diplomacy bangsa Indonesia.
Kami sangat apresiasi gerak bapak Presiden Prabowo, yang sangat perhatian pada situasional Internasional, dan rajin melaksanakan proses diplomasi, namun di sisi lain, segala unsur Bangsa termasuk pemuda harus berperan demi kembalinya Sang Macan Asia.
Selain itu disampaikan pula, hasil kegiatan ini akan berlanjut dalam pelaksanaan Asian Youth International Activist Summit dilaksanakan pada 2026 tahun ini di Jakarta.