Peristiwa
BREAKING
Indonesia Kecam Serangan AS ke Venezuela, Sebut Ancam Tatanan Dunia
Oleh Admin Teropong Gowa
•
05 Jan 2026
•
2 min read
27 views
Indonesia Kecam Serangan AS ke Venezuela
Foto : ANTARANEWS
Indonesia menyatakan keprihatinan atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat di Venezuela serta mengingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menjadi preseden yang sangat negatif dan membahayakan dalam dinamika hubungan internasional.
Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri RI di media sosial X, yang dipantau pada Senin, pemerintah menegaskan terus memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela.
“Indonesia menegaskan keprihatinan serius terhadap segala bentuk tindakan yang menggunakan atau mengancam penggunaan kekuatan, karena berpotensi menimbulkan preseden berbahaya dalam tatanan hubungan internasional,” ujar Kemlu RI.
Menurut Kementerian Luar Negeri RI, langkah tersebut berpotensi mengusik stabilitas dan perdamaian regional, sekaligus menggerus prinsip kedaulatan serta jalur diplomasi.
Indonesia menekankan bahwa masyarakat internasional wajib menghargai hak serta kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatannya dan menentukan secara mandiri arah serta masa depan bangsanya.
Sejalan dengan pernyataan yang disampaikan sebelumnya pada Sabtu (3/1), Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk mengutamakan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional.
Indonesia juga mengingatkan agar perlindungan terhadap warga sipil senantiasa menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya eskalasi situasi di negara Amerika Selatan tersebut.
Rakyat Venezuela dikejutkan pada Sabtu dini hari oleh serangan militer Amerika Serikat yang menyasar fasilitas sipil dan militer, memicu ledakan besar di sejumlah negara bagian di tengah memanasnya ketegangan dengan AS.
Negara di kawasan Amerika Latin tersebut kemudian menetapkan status darurat nasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya mengonfirmasi bahwa negaranya melancarkan serangan ke Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, yang kemudian langsung dibawa ke Amerika Serikat.
Pasangan itu kini menghadapi tuntutan federal di Amerika Serikat atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba serta kerja sama dengan kelompok teroris.
Menyusul penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara.
Kementerian Luar Negeri Venezuela turut menyatakan akan mengajukan protes kepada sejumlah organisasi internasional atas tindakan Washington, serta mendesak digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada 5 Januari.
Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri RI di media sosial X, yang dipantau pada Senin, pemerintah menegaskan terus memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela.
“Indonesia menegaskan keprihatinan serius terhadap segala bentuk tindakan yang menggunakan atau mengancam penggunaan kekuatan, karena berpotensi menimbulkan preseden berbahaya dalam tatanan hubungan internasional,” ujar Kemlu RI.
Menurut Kementerian Luar Negeri RI, langkah tersebut berpotensi mengusik stabilitas dan perdamaian regional, sekaligus menggerus prinsip kedaulatan serta jalur diplomasi.
Indonesia menekankan bahwa masyarakat internasional wajib menghargai hak serta kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatannya dan menentukan secara mandiri arah serta masa depan bangsanya.
Sejalan dengan pernyataan yang disampaikan sebelumnya pada Sabtu (3/1), Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk mengutamakan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional.
Indonesia juga mengingatkan agar perlindungan terhadap warga sipil senantiasa menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya eskalasi situasi di negara Amerika Selatan tersebut.
Rakyat Venezuela dikejutkan pada Sabtu dini hari oleh serangan militer Amerika Serikat yang menyasar fasilitas sipil dan militer, memicu ledakan besar di sejumlah negara bagian di tengah memanasnya ketegangan dengan AS.
Negara di kawasan Amerika Latin tersebut kemudian menetapkan status darurat nasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya mengonfirmasi bahwa negaranya melancarkan serangan ke Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, yang kemudian langsung dibawa ke Amerika Serikat.
Pasangan itu kini menghadapi tuntutan federal di Amerika Serikat atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba serta kerja sama dengan kelompok teroris.
Menyusul penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara.
Kementerian Luar Negeri Venezuela turut menyatakan akan mengajukan protes kepada sejumlah organisasi internasional atas tindakan Washington, serta mendesak digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada 5 Januari.